Cerpen Rumah Besar Itu
Karya Unun Raudhatul
muehehehhe
Hari yang ku tunggu-tunggu datang
juga. Ya 31 Oktober, malam hallowen yang kusukai dan selalu ada pesta hallowen
disekolahku. Untuk pesta hallowen kali ini, aku memakai kostum vampire berwarna
hitam dan merah.
Waktu menunjukkan pukul setengah
dua belas malam dan pesta hallowenpun telah usai. Aku yang masih memakai kostum
vampire, segera mengganti pakaian dan segera pulang.
“ Udah mau pulang Ze? “ Tanya Vira kepadaku.
“ Iya nih udah malem, Aku duluan ya Vir. “ Ucapku sambil mengambil
tas ku.
***
Di tengah malam yang diselingi
dengan hembusan angin yang dingin, Zeze segera merapatkan jaketnya. Dengan
memakai motor varionya, Zeze dapat pulang ke tempat kostannya.
Malam itu, entah kenapa Zeze
merasa jalan yang biasanya ramai, kali ini sepi senyap. Zeze yang agak
keheranan, menoleh kesamping jalanan dan ternyata Zeze melewati kuburan.
“ Ahhh, aku salah ambil jalan lagi.” Umpat Zeze didalam hati.
Rintik-rintik air hujan yang
berlomba mencapai bumi, mulai membasahi tubuh Zeze.
“ Jangan hujan dong, tolong jangan hujan.” Zeze membatin.
Rintik-rintik hujan yang berubah
menjadi hujan deras, membuat Zeze
berniat berteduh terlebih dahulu. Didepan sana, Zeze melihat rumah besar
bernuansa klasik. Zeze agak heran melihat rumah besar itu, karena seingat Zeze,
kemarin, rumah diseberang jalan itu belum ada.
Karena hujan semakin lama semakin
deras, Zeze terpaksa berteduh di rumah itu.
“ Permisi..” Ucap Zeze, dan tidak ada yang menyahut.
“ Permisi..” Ucap Zeze sekali lagi dan tetap tidak ada yang
menyahut. Akhirnya Zeze menyerah dan berteduh didepan teras rumah tersebut.
Ctarrr… Bunyi petir menggelegar.
“ Aaaaaaaaa” Teriak Zeze ketakutan sambil menutup telinga.
Krieettt.. Bunyi pintu terbuka dari dalam. Muncul sesosok
laki-laki yang menghampiri Zeze.
“ Siapa kamu? “ Tanya
laki-laki tersebut.
“ Aaaaaaaaa ” Zeze tetap teriak ketakutan.
“ Hey siapa kamu? ” Tanya laki-laki itu sekali lagi.
Zeze yang sedaritadi menutup matanya dengan tangan, perlahan
membuka matanya dan melihat sesosok laki-laki hitam manis, tegap, dan tampan.
“ A a aku Zeze” Ucap Zeze terbata-bata.
“ Sedang apa kamu didepan teras rumahku?” Tanya sosok
laki-laki itu.
“ Aku kehujanan dan berteduh disini.” Jawab Zeze.
“ Lalu mengapa kamu berteriak?” Tanya sosok laki-laki itu.
“ Aku taku dengan petir makanya aku teriak.” Ucap Zeze dengan
tampang muka kesal.
“ Hahahaha pantesan, kamu basah seperti tikus kecebur got.” Canda
sesosok laki-laki itu.
“ Huuuu biarin aja.” Jawab Zeze sambil memeletkan lidahnya.
Ctarrr….
“ Aaaaaaa” Teriak Zeze ketakutan.
“ Sepertinya aku harus mempersilahkanmu masuk kerumah ku” Ucap
laki-laki itu sambil tersenyum.
****
Zeze duduk di bangku ruang tamu
tersebut sambil memperhatikan sekeliling rumah. Rumah yang bernuansa klasik ini
tampak rapih dan terawat.
“ Ini handuk untukmu.” Ucap laki-laki tersebut seraya
memberikan handuk ke Zeze
“ Terimakasih, nama kamu siapa? “ Tanya Zeze.
“ Aku Rio.” Jawab Rio.
“ Kamu tinggal semdirian disini? “Tanya Zeze lagi.
“ Iya, sepertinya kamu kedinginan. Mau aku buatkan coklat
panas? “ Tanya Rio sambil berdiri beranjak ke dapur.
***
“ Ini coklat panasnya” Ucap Rio memberikan coklat panas itu ke
Zeze.
Zeze menyeruput coklat panas itu dengan hati-hati.
“ Enak” Puji Zeze.
“ Terimakasih, kamu tau malam ini malam apa? “ Tanya Rio.
“ Ini malam hallowen, malam yang kusukai.” Jawab Zeze.
“ Kamu menyukai hallowen? Sama sepertiku ya, setiap tahun aku
merayakan malam ini.” Ucap Rio.
“ Ya akupun sama.” Balas Zeze.
Merekapun berbincang-bincang
tentang hallowen, sesekali diselingi dengan candaan.
Tak terasa satu jam telah
berlalu, dan hujan pun kian lama kian reda.
“Rio sepertinya hujan
telah reda, aku akan pulang sekarang.” Ucap Zeze.
“ Yahh.. “ Ucap Rio sambil menundukan kepalanya.
“ Tenang saja yo, besok aku akan kembali lagi kok.” Ucap Zeze
menghibur Rio.
“benarkah? Kau janji? “ Ucap Rio tersenyum.
“ Iya.” Balas Zeze.
Rio pun mengantar Zeze sampai
kedepan rumahnya seraya melambaikan tangan. Zezepun membalas lambaian tangan Rio.
***
Esok harinya, Zeze berangkat dari
kostan ke rumah Rio dengan motor varionya. Alangkah terkejutnya zeze melihat
rumah Rio hanya terdapat puing-puing rumah bekas kebakaran.
Zeze yang penasaran akan hal itu,
segera bertanya dengan ibu-ibu yang berjualan disekitar lingkungan tersebut.
“ Maaf Bu, saya mau nanya. Rumah yang diseberang jalan sana
kemana ya? Apakah tadi malam telah terjadi kebakaran?” Tanya Zeze kepada
ibu-ibu tersebut.
“ Begini dek, rumah itu telah terbakar sekitar 10 tahun yang
lalu.”
“ Lalu pemuda yang tinggal dirumah itu kemana ya bu?”
“ Pemuda yang tinggal dirumah itu mati terbakar.”
Zeze yang mengetahui hal itu, kaget dan shock.
“ Memangnya kebakaran itu terjadinya kapan bu?”
“ Pada tanggal 31 Oktober, dan yang saya dengar dek, pemuda
itu sangat kesepian dan sangat menyukai malam hallowen. Pemuda itu akan muncul
pada malam hallowen saja”
Zeze yang merasa sudah mempunyai
informasi yang cukup segera mengucapkan terimakasih kepada ibu tersebut dan
segera pulang.
***
Satu tahun kemudian, pada malam
hallowen.
Ting tong.. Dan terlihat sesosok laki-laki keluar dari balik
pintu tersebut.
“Happy Hallowen Rio…” Ucap Zeze sambil membawa sekotak kue.
“ Zeze.. aku kangen banget sama kamu” Jawab Rio sambil memeluk
Zeze.
~~~The
End ~~~